Pengetahuan Dasar Tentang Kelistrikan

Sistem kelistrikan termasuk Baterai dan Alternator atau Generator yang ada di pesawat yang lebih tua. Semuanya terhubung melalui beberapa meter kabel dan sistem transmisi.

Baca juga mengenai dunia elektrik di wiraelectrical dengan nama url lengkapnya di https://wiraelectrical.com.

1. Elektron

Bagian paling dasar dari listrik adalah Elektron, lebih tepatnya elektron bebas. Setiap atom terdiri dari inti proton dan elektron yang mengorbit di sekitar inti. Elektron berada di orbit dengan tarikan proton yang sama dan berlawanan. Elektron berada di kulit dekat inti.

2. Isolator

Bahan yang memiliki sangat sedikit elektron bebas atau yang arusnya tidak kondusif atau tidak dapat mengalir. Bahan yang bebas atau rendah elektron adalah isolator seperti: karet, keramik dan plastik.
Dan digunakan untuk memisahkan konduktor untuk mencegah korsleting.

3. Konduktor

Bahan kimia dengan elektron bebas dalam jumlah besar disebut konduktor yang baik dan memungkinkan listrik menjadi bebas. Konduktor terbaik adalah: perak, tembaga dan aluminium. Bahan yang bebas atau rendah elektron adalah isolator seperti: karet, keramik dan plastik.

4. Resistensi

Resistansi listrik – Ukuran tingkat kesulitan mentransmisikan arus listrik melalui konduktor. Besaran kebalikannya adalah konduksi listrik, dan lebih mudah dilalui arus listrik. Daya tahan sebuah konduktor tidak hanya ditentukan oleh material (tahanan jenis) yang digunakan tetapi juga ukuran Fisiknya. Panjang dan suhu semuanya berpengaruh.

5. Current Flow

Aliran elektron dari terminal Negatif menuju terminal Positif biasa disebut dengan aliran arus dari terminal Positif menuju terminal Negatif. Hasil konvensi ini selama kerja Elektron dan Proton tidak sepenuhnya dipahami dan para ilmuwan secara keliru mengasumsikan bahwa aliran dari kutub positif ke kutub negatif.

6. Voltage

Tegangan, Listrik, Beda Potensial, Tekanan Listrik atau Tegangan Listrik (Resmi V atau U resmi, misalnya dalam konteks hukum Ohm atau Kirchhoff). Perbedaan energi potensial listrik antara dua titik per satuan muatan listrik. Tegangan antara dua titik sama dengan pekerjaan yang dilakukan oleh setiap muatan unit pada medan listrik statis untuk mentransfer beban uji antara dua titik dan diukur dalam Volt (Joule per Coulomb).

7. Daya

Listrik menyediakan berbagai bentuk energi dan dapat dibawa dalam jarak jauh. Dikonversi ke bentuk energi lain seperti gerak, cahaya atau panas dengan efisiensi energi yang tinggi.

8. Direct Current

Arus Searah – Aliran elektron dari suatu titik dengan energi potensial tinggi ke titik lain dengan energi potensial lebih rendah. Sumber arus searah yang umum adalah baterai (termasuk baterai dan Elemen Volta) dan panel surya. Arus searah biasanya mengalir melalui konduktor, meskipun mungkin arus searah mengalir melalui semi konduktor, isolator, dan vakum.

9. Alternating Current

Arus Arus – Arus listrik dengan berbagai ukuran dan arah. Berbeda dengan arus searah dimana arah arus yang mengalir tidak berbeda waktu. Bentuk arus listrik biasanya sinusoidal, karena ini adalah aliran energi yang paling efisien.

10. Induktansi

Peningkatan arus pada kumparan kabel akan mengakibatkan GGL (Gerak Listrik) menahan arus. Penerapan hukum tegangan memungkinkan kita untuk melihat pengaruh EMF (Medan Magnet Elektromagnetik) ini pada persamaan rangkaian. Fakta bahwa EMF akan menolak perubahan saat ini adalah contoh hukum Lenz.

11. Capacitance

Mampu menghemat listrik. Bahan dengan kapasitas sendiri tinggi mengisi lebih banyak listrik pada tegangan tertentu, dibandingkan dengan kapasitas rendah. Setiap benda yang dapat bermuatan listrik menunjukkan kapasitasnya sendiri. Ide kapasitansi kolektif penting untuk memahami pengoperasian kapasitor, salah satu dari tiga komponen elektronik dasar (bersama dengan resistor dan induktor).