Prinsip kerja dan tingkat ketelitian jangka sorong

Ada dua jenis ukuran yang digunakan untuk mengukur dan membaca skala pada jangka sorong yaitu satuan mm dan satuan inchi. Kedua jenis ukuran tersebut memiliki tingkat ketelitian yang berbeda – beda.

Berikut adalah contoh prinsip kerja dan tingkat ketelitian alat ukur  jangka sorong baik dalam skala mm maupun inch yang tertera pada gambar dibawah.

 

 

  • Jangka sorong ketelitian 0,02 mm

Untuk menghitung tingkat ketelitian dapat menggunakan rumus berikut ini:
Setelah kita pahami tingkat ketelitian jangka sorong selanjutnya adalah cara membaca pengukuran. Prinsip kerja dalam membaca ukuran pada jangka sorong dapat dilihat pada gambar dibawah.

  • Jangka sorong ketelitian 0,05 mm

Jangka sorong dengan tingkat ketelitian 0,05 memiliki jumlah strip pada skala nonius sebanyak 20 strip. Pada dasarnya semua tingkat ketelitian jangka sorong adalah sama, yang membedakan adalah hasil kali garis skala nonius dengan tingkat jangka sorong itu sendiri. Dibawah ini terdapat gambar dari prinsip kerja pembacaan ukuran pada jangka sorong ketelitian 0,05 mm.

 

Penjelasan

  1. Pertama lihat posisi skala utama (bagian atas) sebelum titik nol skala nonius menunjukkan pada strip ke – 4. Maka ukuran skala utama adalah 4 mm.
  2. Lihat dengan teliti skala nonius (bagian bawah). Pada gambar terlihat nilai ukuran 0,75 mm.
  3. Hitung jumlah strip yang segaris dari skala nonius dikalikan dengan tingkat ketelitian jangka sorong. Pada gambar terlihat garis yang segaris dengan skala utama adalah garis skala nonius ke – 15 kemudian dikalikan dengan ketelitian 0,05 setiap stripnya. Maka didapat nilai 0,75 hasil dari 15 x 0,05.
  4. Jumlahkan pengukuran skala utama dan skala nonius. Ukuran presisi didapat 4,75 mm.
  • Jangka sorong ketelitian 1/128 inch

Jangka sorong inch mempunyai beberapa tingkatan ketelitian. Diantaranya adalah jangka sorong dengan tingkat ketelitian 1/128 inch. Pada jangka sorong ini skala utamanya setiap 1 inci dibagi menjadi 16 bagian, berarti satu bagian skala utama (x) nilainya sama dengan 1/16 inci. Sedangkan Pada skala noniusnya dibagi dalam 8 bagian. Jangka sorong dengan tingkat ketelitian 1/128 inch mempunyai selisih antara x dan n sebesar 1/128 inch. Besarnya x = 1/16 inch, n dapat dicari dengan rumus: n = panjang skala utama (SU) pada posisi rapat dibagi dengan jumlah strip pada skala nonius atau skala vernier (SV). Panjang skala utama dihitung mulai dari garis nol sampai garis pada skala nonius yang segaris yaitu 7/16 inch.

  • Jangka sorong 0,001 inch

Selanjutnya ada jangka sorong dengan tingkat ketelitian 0,001 inci, pada skala utamanya setiap 1 inch dibagi menjadi 40 bagian, berarti satu bagian skala utama (x) nilainya = 1/40 inch atau 0,025 inch. Pada skala noniusnya dibagi dalam 25 bagian. Jangka sorong dengan tingkat ketelitian 0,001 inci mempunyai selisih antara x dan n sebesar 0,001 inch. Besarnya x = 1/40 inch, sedangkan n dapat dicari dengan rumus: n = panjang skala utama (SU) pada posisi nol dibagi dengan jumlah strip pada skala nonius. Panjang skala utama dihitung mulai garis nol sampai garis terakhir pada skala nonius, diperoleh angka 0,6 inci.