Mengenal Website Lebih Detail

Siapa yang tidak mengenal website di era digital dengan pesatnya perkembangan internet? Sering disebut sebagai portal. Ini adalah kumpulan atau kumpulan halaman web yang kemudian disatukan. Penggabungan ini terjadi di domain atau subdomain yang sering tersedia di WWW atau World Wide Web. WWW ini adalah aturan resmi untuk memfasilitasi identifikasi portal.

Jenis situs web

Portal atau website tersebut sudah terkenal dan dikenal masyarakat. Padahal, semakin berkembang, semakin banyak pula jasa pembuatan website yang memudahkan siapa saja untuk membangunnya. Namun perlu juga kalian ketahui bahwa portal-portal tersebut memiliki tipenya masing-masing. Apa sajakah dari mereka?

1. Situs web statis

Jenis pertama adalah statis karena nama portal ini berisi halaman statis atau tetap. Setiap halaman situs web ini hanya berubah ketika perubahan manual dilakukan melalui kode-kode tertentu untuk mengubah strukturnya.

2. Situs web dinamis

Tidak seperti situs statis, situs dinamis ini terus berubah. Bahkan, pemilik website atau portal ini harus terus mengupdatenya agar strukturnya tetap baik dan lancar.

3. Situs web interaktif

Untuk jenis web ini tentu saja lebih interaktif, sesuai dengan namanya. Sebagian besar aktivis web menggunakan portal jenis ini hari ini. Ini karena web interaktif dianggap lebih nyaman dan dapat dibuat untuk tujuan forum juga.

Sejarah dan pengembangan situs web

Tentunya, keberadaan website yang kini semakin populer tidak lepas dari kilas balik sejarahnya. Sejarah dan perkembangan portal cukup panjang dan mengalami berbagai perubahan. Penjelasan tentang sejarah keberadaan website ini adalah sebagai berikut:

1. Deteksi situs web

Ceritanya dimulai dengan ditemukannya sebuah website yang berhasil diluncurkan oleh Sir Timothy John, bagian dari Tim Berners-Lee.

Ketika situs web ini dimulai, ia dapat terhubung ke jaringan pada tahun 1991. Awalnya, jaringan web malah digunakan sebagai komunikasi dua arah antara pekerja atau peneliti. Pada tanggal 30 April 1993, situs web mulai dikembangkan sehingga siapa pun yang menggunakan format HTML dapat menggunakannya secara gratis.

2. Web 1.0

Dari waktu ke waktu web akan berkembang. Sejalan dengan teknologi yang semakin canggih. Penggunaan teknologi dimulai dengan Web 1.0. Seperti namanya, teknologi web ini menjadi titik awal untuk mengembangkan situs web yang canggih.

Format dasar terus menggunakan pemformatan HTML untuk mendapatkan tampilan yang Anda inginkan. Namun, ini masih belum interaktif. Sekalipun pabrikan hanya bisa memberikan informasi dan pembaca hanya tinggal membaca atau sekedar mencari informasi.

3. Web 2.0

Tahun-tahun terus berubah, pada tahun 2001 situs web itu bergerak semakin cepat. Teknologi semakin canggih hingga munculnya Web 2.0 seiring dengan diperkenalkannya beberapa merek teknologi ternama.

Di Web 1.0, ketika sistem komunikasi hanya satu arah, dikendalikan hanya oleh pembuat web dan orang-orang yang akrab dengan HTML atau layanan pembuatan situs web, Web 2.0 dapat berkomunikasi di kedua arah. Sehingga pembaca atau masyarakat luas bisa menulis, mengupload foto, dll.

4. Web 3.0

Pada dasarnya, Web 3.0 masih dalam proses pematangan. Pengembangan Web 3.0 dimulai pada 2010 dan proses pematangan akan berlanjut hingga 2020. Teknologi telah berkembang.

Faktanya, setiap warga negara dapat dengan mudah dan cepat mengakses informasi, berinteraksi dalam waktu nyata, menggunakan situs web di perangkat apa pun dan mencari informasi tidak hanya dengan kata kunci tetapi juga dengan foto, video, dan bahkan audio. Saat ini, teknologi Web 3.0 digunakan oleh komunitas. Bahkan web dapat dengan mudah dibuat sendiri atau menggunakan jasa pembuatan website Jakarta.

Jika ingin mengenai hosting apa saja yang bagus server Indonesia, bisa lihat review hosting indonesia pada tautan tersebut, dengan source detailnya: https://www.olawebdesign.com/hosting-terbaik-di-indonesia.