Langkah Mudah Atur Keuangan di Bulan Ramadhan

Cara mengelola keuangan di bulan Ramadhan selanjutnya dengan mengelompokan antara keuangan Ramadhan dan Hari Raya. Karena jika tercampur maka bisa dipastikan tabungan kamu akan tergerus untuk memenuhi kebutuhan yang tidak penting.

Kebutuhan pada Ramadhan dapat di fokuskan kepada kebutuhan sehari-hari seperti menu buka puasa atau sahur. Karena umumnya ketika puasa ada pengeluaran selain memasak, yaitu menyediakan cemilan atau jajanan setiap harinya.

Sedangkan pada Hari Raya maka keuangan bisa difokuskan untuk membeli pakaian, makanan pada hari raya, berbagi amplop untuk kerabat, dan operasional keliling mengunjungi kerabat, jika kamu pulang kampung maka akan menjadi pengeluaran terbesar.

4.Susun menu sahur dan berbuka

Ketika kamu mengelola keuangan di bulan ramadhan  dengan baik, maka kamu akan menyusun kebutuhan menu saat berbuka dan waktu sahur. Hal ini tentu agar kamu tidak mengeluarkan uang secara mudah karena terbawa keinginan.

Dengan adanya menu masakan setiap berbuka dan waktu sahur maka kamu bisa memperkirakan kebutuhan di dapur. Sehingga kamu bisa mengetahui budgeting, dan memiliki catatan sejauh mana kesehatan keuangan kamu.

5.Jangan terlalu sering bukber

Bukber atau buka bersama saat bulan puasa menjadi tradisi yang banyak dilakukan masyarakat Indonesi. Terkadag momen bukber merupakan sebuah kesempatan untuk bertemu teman lama, saudara, dan teman kantor.

Tapi tahukah kamu ketika sering mengikuti bukber maka akan mempengaruhi keuangan kamu. Untuk mengelola keuangan kamu, maka mulai batasi setiap undangan bukber. Kamu bisa memilih dan memprioritaskan hanya untuk orang-orang terdekat.

Karena jika tidak dibatasi secara tidak sadar maka akan semakin boros pengeluaran bulanan kamu. Jika tidak dibatasi mungkin keuangan kamu bisa sampai bulan berikutnya.

Baca juga :
Eight Yogya Culinary need to try distant places travelers

6.Menu Secukupnya tapi sehat

Saat bulan Ramadhan biasanya siang hari kamu akan digoda untuk membeli makanan atau minuman apa saja yang terasa nikmat atau menyegarkan. Sehingga secara tidak langsung kamu akan berbelanja mengikuti keinginan tersebut.

Namun ketika waktunya berbuka, maka hanya beberapa jenis makanan saja yang dimakan perut akan terasa kenyang. Hasilnya berbagai makanan yang telah kita beli pada siang hari menjadi mubazir dan tidak dimakan.

Untuk mengelola keuangan di bulan Ramadhan dengan baik, maka kamu cukup menyantap makanan secukupnya asal memiliki gizi yang tinggi, maka hal tersebut sudah cukup. Kamu cukup memakan satu jenis takjil sebelum makan besar saat puasa, sehingga tidak membeli berbagai jenis takjil yang akhirnya tidak termakan.

Selain itu, makan secukupnya.. Pasalnya setelah berbuka kamu harus melanjutkan kegiatan sholat taraweh 23 rakaat, sehingga kalo perut kamu kekenyangan akan membuat kamu sulit bergerak.

7.Catat pengeluaran harian

Cara mengelola keuangan selanjutnya dengan membuat catatan harian. Hal ini bukan berarti kamu orang yang pelit. Tapi malah sebaliknya kamu menjadi seseorang yang sistematis, semua kebutuhan dan keinginan tetap dipenuhi dengan porsinya masing-masing.

Tujuan membuat catatan harian adalah agar kamu mengetahui seberapa banyak yang telah dikeluarkan, dan seberapa banyak uang yang tersisa. Jika dalam catatan keuangan kamu sudah mendekati batas limit, maka kamu mulai mengaktifkan rem darurat.

8.Disiplin dengan Rencana Keuangan

Dalam mengelola keuangan di bulan Ramadhan, serapih dan sebaik apapun rencana yang telah kamu buat, tetapi jika tidak dilakukan dengan disiplin maka hal tersebut akan sia-sia. Rencananya hanya dalam batasan secarik kertas tanpa bisa dipraktikan.

Untuk itu, kunci keberhasilan semua recommendations tersebut adalah disiplin kamu terhadap komitmen awal saat membuat rencana keuangan. Jalani rencana keuangan kamu dengan baik, maka kamu akan terhindar dari jebol pengeluran.

Itulah 8 tips mengelola keuangan pada bulan Ramadhan agar tidak menguras kantong, selamat mencoba!