Kebun Dapur, Sumber Kesehatan

 

Makanan, sumber energi utama bagi tubuh kita juga merupakan sumber penyakit dan kegelisahan. Lebih aman makanan lebih sehat seseorang akan. Karena industrialisasi dan degradasi lingkungan, kualitas makanan yang tersedia juga menurun. Penggunaan insektisida, pestisida dan pupuk kimia secara berlebihan telah meningkatkan pangan secara kuantitatif tetapi tidak secara kualitatif. Ketika seorang konsumen memakan makanan yang dihasilkan dari penggunaan bahan kimia yang berlebihan maka kesehatan konsumen berada di ambang kerentanan. Jadi penyediaan makanan yang aman dan sehat adalah masalah besar, buah dan sayuran yang ditanam secara organik paling bermanfaat bagi kesehatan dan untuk memproduksi makanan yang ditanam secara organik, berkebun di dapur atau berkebun di rumah adalah kegiatan yang paling dapat diandalkan. Ini adalah hobi dan juga kebutuhan orang-orang yang sadar akan kesehatan.

Di dapur tanaman ditanam untuk konsumsi di rumah, sebagian besar berkebun dapur dianggap sebagai menanam sayuran untuk konsumsi di rumah, tapi berkebun dapur lebih dari produksi sayuran saja. Berkebun dapur atau berkebun di rumah adalah seni, teknologi dan teknik memelihara alam dan menanam buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, bumbu dan ramuan obat di rumah keluarga, untuk konsumsi di rumah atau dengan cara apa pun untuk penggunaan dapur. Dikatakan, bahwa ada batasan tertentu untuk berlatih berkebun di dapur, bahwa, sistem ini harus terdiri dari rumah keluarga, memiliki area rekreasi atau taman, untuk mempraktikkan teknik ini tetapi, menurut pandangan kami, itu juga dapat dilakukan. dipraktekkan di atap dengan menggunakan wadah dan pot.

Jika lahan tidak tersedia jasa taman Jogja maka kegiatan berkebun yang sehat ini dapat dilakukan di atas atap rumah dengan menggunakan pot dan wadah. Kebutuhan waktu luang untuk pendirian dan pengelolaan taman merupakan faktor yang cukup besar; Seseorang hanya dapat menghabiskan waktu dalam kegiatan berkebun ini jika ia memiliki minat di dalamnya, sehingga untuk mengembangkan minat dalam berkebun merupakan faktor kunci untuk pembentukan dan pengelolaan kebun dapur. Untuk mempraktekkan kegiatan berkebun, seseorang harus mengetahui keterampilan untuk membangun dan mengelola taman. Jadi, ruang, waktu, minat, dan keterampilan adalah beberapa aspek utama yang diperlukan untuk membangun kebun dapur.

Ketika berpikir tentang dapur/taman rumah, motif utama yang muncul di benak seseorang adalah penyediaan makanan yang sehat dan bergizi, tetapi manfaat dapur/taman rumah jauh lebih dari itu. Tanaman taman dan berbagai warnanya merangsang aktivitas otak yang sehat. Warna hijau juga dapat berperan positif dalam meningkatkan efisiensi otak. Anak-anak dan remaja juga harus terlibat dalam praktik-praktik semacam itu; dengan ini mereka dapat meningkatkan keterpaparan mereka terhadap konsumsi buah dan sayuran. Untuk meningkatkan keterlibatan anak-anak dan remaja dalam kegiatan berbasis kebun ada kebutuhan untuk program pendidikan berbasis kebun. Program pendidikan berbasis kebun ini akan meningkatkan perilaku makan sehat pada anak-anak maupun remaja, yang mengarah pada generasi yang sadar diri dan sehat.

Teknik berkebun di dapur juga bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga. Mereka dapat mengadopsi teknik ini sebagai hobi; dengan berlatih berkebun di dapur mereka akan dapat mengurangi pengeluaran sehari-hari dan dapat memastikan penyediaan sayuran yang lebih sehat, bergizi, lebih murah dan berkualitas untuk keluarga mereka.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kebun dapur atau pekarangan rumah dapat memainkan peran penting dalam mengurangi bahaya kesehatan dan dapat memastikan penyediaan sayuran yang sehat dan bergizi.