Yuk Coba Cara Mengatasi Sklerosis Multipel Yang Aman Bagi Kesehatan!

Sebelum lebih jauh untuk membahas cara mengatasi sklerosis multipel (MS),  biasanya dokter akan melakukan diagnosis untuk memeriksa penyakit apa yang diderita oleh pasien. Jika hasil diagnosis menyatakan kebenaran mengenai suatu penyakit yang diderita oleh pasien maka akan memudahkan dokter untuk melakukan pengobatan. Menurut laman sehatq.com, untuk menegakkan diagnosis maka dokter berusaha untuk menghilangkan timbulnya penyakit lain. Hal ini disebabkan oleh tidak tersedianya alat diagnostik yang terjamin dan cocok untuk MS. Kriteria untuk penegakkan diagnosis MS antara lain:

  1. Gejala yang timbul tidak terjadi sebab adanya penyakit lain.
  2. Setidaknya minimal ada dua area yang mengalami kerusakan saraf pusat, baik itu saraf mata, otak, ataupun saraf tulang belakang.
  3. Adanya kerusakan yang terjadi pada waktu yang berbeda. Hal ini dapat dikonfirmasi dengan MRI

Selain kriteria penegakkan yang sudah diuraikan di atas, dokter perlu mengonfirmasi dengan melakukan serangkaian pemeriksaan, diantaranya:

  1. MRI

Pemeriksaan ini menggunakan unsur radiologi yang akan membagikan gambaran daerah MS dalam saraf tulang belakang dan otak. Diagnosis MS dapat dikonfirmasi ketika dalam pemeriksaan menemukan setidaknya dua lokasi kerusakan. Sayangnya hasil MRI normal ini tidak dapat dijadikan alasan untuk menghindari MS. Oleh karena itu perlu melakukan pemeriksaan tambahan lainnya.

  • Pemeriksaan Neurologi

Pemeriksaan saraf kali ini harus lengkap dan sempurna, terbagi menjadi pemeriksaan kognitif, kondisi gerak, refleks, status mental, keseimbangan, kekuatan otot dan tangan, dan tes kelima panca indera. Hasil dari pemeriksaan akan menyimpulkan petunjuk lokas kerusakan yang ada, apakah itu berasal dari susunan saraf tepi (selain saraf tulang belakang dan otak) dan susunan saraf pusat.

  • Evoked Potentials (EP)

Pemeriksaan ini dilakukan dengan memberikan rangsangan elektrik atau visual. Rangsangan elektrik hanya bisa dilakukan pada kepala dan kedua tangannya dengan memanfaatkan elektroda yang ada pada kaki dan tangan. Adanya elektroda akan bertugas untuk pengukuran kecepatan rangsang dalam proses penghantaran melewati sistem saraf tubuh. Kerusakan saraf dapat terdeteksi apabila ada hantaran sinyal saraf dalam tubuh mengalami perlambatan.

  • Pemeriksaan Darah

Tujuan melakukan pemeriksaan ini ialah untuk menghilangkan infeksi dan penyakit autoimun lainnya.

  • Pemeriksaan Cairan Saraf Tulang Belakang dan Cairan Otak

Pemeriksaan ini diambil melewati tulang belakang dengan bantuan obat bius lokal. Hasil dari pemeriksaan ini akan menunjukkan ada tidaknya kelainan sistem imun atau antibodi dan menjauhi infeksi pada susunan saraf pusat.

Seperti yang diketahui oleh banyak orang jika penyakit sklerosis multipel belum dapat disembuhkan. Jika dokter melakukan terapi, itu semata-mata merupakan upaya untuk mengurangi progresivitas penyakit, meningkatkan pemulihan setelah serangan, dan meringankan timbulnya gejala-gejala. Bahkan jika pasien memiliki gejala MS yang ringan, tidak perlu melakukan terapi. Bersumber dari artikel alodokter.com, cara mengatasi sklerosis multipel lainya berbeda-beda mengacu pada instruksi dokter. Perlu anda ingat bahwa adanya pengobatan MS bermanfaat untuk menangani kasus MS dan mencegah penyakit menjadi kambuh.

  1. Mengatasi dengan pengobatan untuk menghindari kekambuhan MS

Cara pengobatannya dengan memberikan suntikan interferon beta atau fingolimod dalam mengurangi intensitas dan keparahan dari kambuhnya MS.

  • Mengatasi dengan pengobatan untuk meredakan gejala MS
  • Fisioterapi

Pengobatan ini dengan melakukan terapi okupasi dan terapi fisik. Tujuannya ialah untuk menambah kekuatan fisik pada pasien sehingga mereka akan lebih mudah dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

  • Plasmapheresis

Cara mengatasi sklerosis multipel dengan pemeriksaan ini ialah dengan menggantikan plasma. Dokter memanfaatkan alat khusus untuk membuang plasma darah yang ada di tubuh pasien. Plasma akan digantikan dengan memasukkan cairan infus khusus terhadap pasien, mirip albumin.

  • Obat-obatan

Obat-obatan yang dokter berikan biasanya ialah obat kortikosteroid untuk mengurangi radang saraf yang disebabkan oleh MS. Misalnya methylprednisolone dan prednisone. Jika ingin mengurangi kaku otot pada dokter maka anda dapat memakai obat pelemas otot. Contohnya tizanidine dan baclofen. Adapun obat antidepresan dan methylphenidate berguna untuk meminimalisir rasa lelah.

Jika pasien terbiasa beraktivitas di rumah, pasien juga dapat melakukan pemulihan MS dengan mengontrol kembali gaya hidupnya. Berdasarkan laman hellosehat.com, pasie dapat melakukan olahraga secara teratur, mengontrol atau mengelola stres, dan membiasakan diri untuk mengonsumsi makanan yang seimbang.